Karnaval Pembangunan HUT RI ke-73 Desa Gubug Boyolali Tahun 2018

Kegiatan Desa Pariwisata Desa

Gubug – Pada tanggal 12 Agustus 2018 Desa Gubug mengadakan karnaval pembangunan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73 dengan rute start dari Lapangan Karangtalun dan finish di SD N 1 Gubug. Pada karnaval tahun ini peserta terdiri dari 16 kontingen, yaitu Kontingen dari Desa Gubug, KW-Balap, PAMSIMAS dan dilanjutkan dengan kontingen-kontingen dari 13 dukuh di desa Gubug.

Diawali oleh kontingen Desa Gubug yang terdiri dari Pasukan Bendera, Perangkat Desa, Anggota BPD dan Ibu-Ibu PKK Desa Gubug.

Karnaval Desa Gubug 2018
Paskibra Kontingen Desa Gubug

dilanjutkan kontingen KW-Balap (Komunitas Warung Barat Lapangan) Desa Gubug, yaitu komunitas yang terdiri dari para pedagang di kios Desa Gubug, yang berada di barat lapangan Karangtalun. Disusul dibelakangnya oleh kontingan dari PAMSIMAS Desa Gubug.

Pertunjukan dari kontingen KW-Balap
Pertunjukan dari kontingen KW-Balap

 

Kontingen PAMSIMAS Desa Gubug

 

Kontingen dari masing-masing dukuh dimulai dari Dk. Gunungwijil. Nomor urut perjalanan dari masing-masing kontingen dukuh adalah berdasarkan kehadiran, yang hadir di lapangan Karangtalun pertama adalah yang nomer pertama, disusul kehadiran kedua dan seterusnya sampai yang terakhir.

Manuasia purba dari Gunungwijil
Manuasia purba dari Gunungwijil

Dihadiri Muspika Kecamatan Cepogo dan Tokoh Masyarakat Desa Gubug

Dalam karnaval yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Gubug ini, selain dari Bapak/Ibu Perangkat Desa, BPD dan PKK, juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Cepogo dan tidak ketinggalan Camat Cepogo, yaitu Bapak Ari Yuwono, dari Kepolisian Sektor Cepogo serta Para Tokoh Masyarakat Desa Gubug, yang menyaksikan langsung dari panggung kehormatan.

pawai pembangunan
Tamu undangan, Bp. Ari Yuwono (Camat Cepogo) berdampingan dengan Bp. Bingan
Kepala Desa Gubug (kanan) beserta tamu undangan di panggung kehormatan

Masing-masing dukuh menampilkan kreasi-kreasi terbaiknya demi memanjakan penonton yang hadir. Mereka saling berlomba membuat bebragai macam kreasi, mulai dari kendaraan hias seperti kapal, pesawat, atau tank. Pakaian hias, ataupun koreo yang sangat menarik untuk dinikmati, bahkan lucu dan konyol.

Kendaraan hias dari dukuh Bener
Kendaraan hias dari dukuh Bener

Antusiasme penonton tidak hanya datang dari Desa Gubug, tetapi juga dari desa-desa tetangga, seperti Seboto, Kembangkuning, Banyuanyar dan Tanduk.

Drum band dari Karangtalun
Drum band dari Karangtalun

 

patung hanoman raksasa

garuda, karnaval
kreasi burung garuda oleh warga Gubug

Diharapkan dengan adanya kegiatan karnaval pembangunan seperti sekarang ini dapat menumbuhkan rasa semangat masyarakat dalam mengisi kemerdekaan, gotong royong, menjaga kerukunan dan kebersamaan, saling menghormati dan menghargai pada semua lapisan dan golongan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *